Perubahan Peta Teroris Dunia dan Pengaruhnya di Indonesia
Setelah ISIS terdesak di Suriah selatan perbatasan Irak, peta teroris internasional berubah. Al Qaeda sedang melakukan konsolidasi menunjukan jati dirinya. Al Qaeda yang berisi salafi jihad dan Ikhwanul Muslimin jihad bersiap-siap mendeklarasikan kekuatannya.
Dengan cara mengumumkan pemimpin baru mereka yg akan menggantikan Aiman azzawahiri yaitu Hamzah bin Laden, putra Osamah bin Laden.
Kalau tidak salah, foto yang terpasang di halaman ini, adalah foto putra Osamah bin Laden itu, yang bernama Hamzah bin Laden, yang akan memimpin organisasi teroris transnasional terbesar di dunia.
Di Mesir, Ikwanul Muslimin yang sudah menjadi ormas terlarang melakukan kegiatan secara tertutup (tandzim sirri). Mereka merekrut banyak orang, termasuk mahasiswa Indonesia. Ada lembaga kajiannya sekitar 30 an orang.
Di Indonesia, JI juga sedang membangun konsolidasi kembali setelah ISIS di Indonesia lumpuh. Kita akan melihat kejadian pilpres atau setelah pilpres digunakan mereka untu melakukan kondisi karena kekecewaan salah satu calon yang kalah. Semoga dugaan saya salah.
Perubahan peta teroris global dari ISIS ke Al Qaeda akan berdampak pada kelompok-kelompok teroris di negara-negara lain, termasuk di Indonesia. Faktanya, ISIS dan Al Qaeda saling bermusuhan, termasuk di Indonesia. Kelebihan Al Qaeda/JI, mereka memiliki para tokoh-tokoh agama yang disegani sebaliknya ISIS tidak punya.
Kekuatan utama teroris global selain bertumpu pada IM faksi Sayid Qutb juga salafi jihad, mereka juga akan menggunakan teknologi informasi sebagai medan perang, dunia maya medsos dan media online sebagai alat propaganda dan rekrutmen, hacking dan sabotase sistem keamanan digital. Ini teroris 4.0.
Sudah dulu yah.
Sumber : kangZaman (@noeruzzaman), 15 Februari 2019.