Posko Prabowo-Sandi di Solo Berdiri, Teroris Beraksi
KERUSUHAN yang ilakukan ormas Islam garis keras di Rutan Solo dan acara kampanye @prabowo berkedok tablig akbar (13/1/2019) tidak bisa dipisahkan dari berdirinya Posko BoSan di Solo, dua hari sebelumnya. Prabowo kini bahu membahu bersama para teroris demi meraih kekuasaan. Jika kita mau lebih jeli, tiga peristiwa, peresmian posko BPN @prabowo - @sandiuno, kerusuhan rutan di Solo, dan tablig akbar, penuh provokasi terjadi dalam tiga hari secara berurutan.
Apakah ini kebetulan? Tidak, karena memang ini sudah terencana. Pada Jumat (11/1/2019), Posko Pemenangan BPN diresmikan di Banjarsari, Solo, kampung halaman @jokowi, yang saat Pilpres 2014 Jokowi menang telak dengan 84,30% suara. Apakah BPN benar-benar menargetkan menang di sana? Atau ada maksud lain? Bagi seorang mantan Jenderal yang paham politik, target @prabowo menang di Solo adalah tidak masuk akal,
Tetapi membuat kerusuhan di kandang musuh akan menguntungkan. Solo akan dibuat jelek namanya di mata Indonesia. Solo akan dibuat chaos, aparatnya akan dicitrakan represif, dsb. Membuat posko di Solo, BPN tentu akan kumpulkan semua simpul kekuatan yang antiJokowi selama ini. Koordinasi akan mudah, dan ketika rencana berhasil dijalankan, nama Solo akan tercoreng. Secara tidak langsung akan membuat nama Jokowi benar-benar tercoreng.
Lantas siapa saja kawan dari Prabowo di Solo yang akan dirangkul guna menciptakan kericuhan di Solo? Tidak lain mereka organisasi-organisasi radikal yang merupakan bibit terorisme. Solo memang pusat salah satu sel teroris di Indonesia. Ini yg dimanfaatkan kubu @prabowo. Benar saja, tanpa perlu nunggu lama, satu hari setelah peresmian posko BPN, terjadi penyerangan rutan Solo. Mereka membuat keributan saat menjenguk rekannya yang dipidana karena kegiatannya yang radikal. Parahnya penyerang membawa berbagai jenis senjata.
Siapa mereka yang buat rusuh? Bisa dilihat dari penampilannya. Mereka adalah golongan radikal. Mereka sudah sering dilaporkan polisi karena sering mengintimidasi warga, dan sweeping. Mereka yang memang terus buat kerusuhan di masyarakat karena merasa paling suci. Kenapa Rutan Solo yang diserang? Gerombolan teroris yang dapat back up politik dari kubu @prabowo ingin hancurkan wibawa aparat, agar muncul kesan, bahwa aparat tidak mampu jaga keamanan bahkan di rutan.
Cara yang hampir serupa dilakukan para teroris di Kelapa Dua Depok, tahun lalu. Kerusuhan Rutan Solo: Polisi Rilis Hasil Olah TKP Tangkap 10 Orang. Kerusuhan itu juga sebagai upaya pemecahan konsentrasi aparat kepolisian dalam rangka pengamanan aksi kampanye politik terselubung berkedok Tablig Akbar Reuni 212 di Solo. Keesokan harinya (13/1/2019) yang memang tidak mendapatkan izin kepolisian. Izin belum dikeluarkan karena menunggu rekomendasi Polda Jateng.
Itu karena peserta aksi tablig 212 kebanyakan dari luar Solo. Pembicaranya pun dari luar Solo. Bahkan dijadwalkan Amien Rais, dan @Dahnilanzar ikut jadi pembicara Panitia maksa acara dilangsungkan di jalan protokol Solo. Tapi, Prabowo Subianto Batal. Polisi juga menerima peringatan dari Bawaslu bahwa acara harus steril dari kampanye dan muatan politik karena yang akan digunakan adalah fasilitas publik. Jika itu dilanggar, kubu @prabowo, berarti melanggar aturan kampanye. Rapat umum baru boleh dilakukan 23 Maret – 13 April 2019.
Jadi, tidak benar pihak kepolisian menghalangi acara pengajian. Polisi justru merekomendasikan acara agama lebih etis dilakukan di lingkungan masjid. Semua orang tau, begitu politisnya acara berkedok agama yang diselenggarakan kelompok 212. Apalagi acara itu akan dihadiri @prabowo. Meski tidak dapatkan izin, peserta aksi tabligh 212 yang memang gerombolan HTI dan massa bayaran @prabowo berkedok agama, tetap maksa melakukan kegiatan. Polisi pun terpaksa melarang mereka yang ingin mendirikan panggung di tengah jalan. Ya tengah jalan umum.
Memang begitulah karakter para pendukung @prabowo beserta para teroris dan simpatisannya. Terbiasa melanggar Peraturan (Ketertiban Umum) dengan mengatas namakan agama. Padahal di Islam tidak dibenarkan perilaku seperti itu. Mereka benar-benar tidak boleh diberi ruang oleh rakyat. Kekhawatiran Bawaslu bukan isapan jempol. Saat acara, yang konon acara pengajian itu, yang terjadi justru ceramah politik, bahkan kampanye ganti presiden diteriakkan berkali-kali. Lagi-lagi, agama Islam dinodai oleh @prabowo dan pendukungnya.
Yang lebih menyedihkan, mereka yang menggunakan atribut HTI itu tidak mengibarkan bendera MERAH PUTIH. Yang dikibarkan justru ratusan bendera HTI. Habib Lutfi pernah menurunkan bendera HTI saat pengajiannya. Bendera HTI tak diperkenankan berkibar, dengan alasan apapun. Kita punya MERAH PUTIH. Wahai rakyat Indonesia yang masih mengakui perjuangan para pahlawan mengibarkan bendera Merah Putih, masih kurang jelaskah apa yang mereka lakukan itu?
Mereka jelas ingin mengganti Pancasila dan NKRI dengan Khilafah, dan mereka sekarang sedang berkoalisi dengan @prabowo. Saat polisi terpancing bertindak represif, mereka akan viralkan polisi itu dan kampanyekan, “aparat aniaya peserta pengajian”. Agenda membuat aparat tidak percaya akan dilakukan. Aksi berjilid-jilid bahkan dengan setting “chaos” dilakukan. Untung, kemarin tidak ada polisi yang terpancing. Karena polisi tidak terpancing, kini akun-akun mereka viralkan seolah-olah pemerintah saat ini melarang pengajian di Solo.
Stigma Jokowi antiagama terus dilakukan. Padahal yang dilakukan polisi adalah menegakan aturan kampanye dan menghalangi berdirinya panggung di tengah jalan. Itulah agenda mereka yang sebenarnya. Dalam 3 hari, Jumat-Minggu mereka. kubu @prabowo, sengaja buat kericuhan di Solo, melakukan berbagai pengkondisian kerusuhan berkedok agama. Cara itu akan dilakukan di hari-hari berikutnya. Mereka akan buat Indonesia seperti Suriah
Sebagai capres yang dicitrakan ketegasannya, kemiliterannya, @prabowo benar-benar seorang pengecut bak ayam sayur. Setiap acara kampanyenya, ia tidak pernah berani katakan acara dukungan politik untuknya. Ia selalu memakai tameng agama, reuni 212, tabligh 212, dll. Hampir semua rakyat Indonesia saat ini tau, @prabowo dan koalisinya. merangkul para teroris dan HTI yang ingin mengganti Pancasila, juga berbagai kelompok radikal yang terus mensweeping berbagai acara kebudayaan di tanah Jawa. Kelompok yg ingin menghapus identitas ke-Indonesiaan.
Isu hoax pembantaian muslim Uighur Cina yang kini kubu @prabowo mulai kampanyekan, semakin menunjukkan jatidiri mereka. Faktanya tidak ada pembantaian umat muslim di sana, yang ada adalah pelatihan agar sebagian masyarakat Uighur tidak terus menerus melakukan aksi teror. Tindakan pemerintah Cina terhadap provinsi Uighur itu tidak ada hubungannya dengan agama. Sejak dulu, Uighur ingin merdeka dari Cina dan kerap melakukan berbagai aksi teror kepada warga yang tidak bersalah.
Bahkan, Uighur salah satu penyumbang pasukan ISIS terbesar Provinsi Xin Jiang (domisili etnis Uighur) yang berbatasan langsung dengan Turki, menjadikan mudahnya para teroris ISIS masuk dari Cina ke Suriah melalui jalur Turki. Pemerintah Cina mencoba tegas, sehingga melakukan pelatihan nasionalisme, agar warga Uighur tidak ikut jadi teroris. Namun, kubu @prabowo menyebar hoax bahwa Pemerintah Cina membantai suku Uighur, dan pemerintah Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa, karena antek Cina.
Itu yg terus mereka viralkan. Apakah Cina begitu anti terhadap umat Islam? Tentu tidak juga, buktinya umat muslim di banyak provinsi di Cina yang nonetnis Uighur justru mengapresiasi pemerintah Cina. Mereka tidak pernah dihalangi beribadah, apalagi dibantai. Rakyat perlu waspada, awal mula kehancuran Suriah adalah rakyat yang mau digerakkan karena hoax, khususnya terkait agama Rezim dianggap anti terhadap muslim. Itu yang sudah terjadi di Indonesia saat ini. Hoax Uighur, hoax pelarangan pengajian di Solo buktinya.
Kini, silakan rakyat memilih, apakah mau Merah Putih diganti bendera khilafahnya HTI? Apa mau budaya Nusantara diganti budaya Arab? Dan @prabowo, anda tidak perlu bicara keras antiterorisme jika faktanya saat ini anda berjuang bersama mereka demi syahwat nafsu kekuasaan! Matur nuwun sederek sedoyo masyarakat twitterland Semoga kultwit kami kali ini, mampu menetralisir kerusakan pada otak, mata dan pendengaran anda setelah menyaksikan bakul jamu pasar berpidato teriak-teriak gak jelas selama 2 jam.
Sumber : Joxzin Jogja (@joxzin_jogja), 14 Januari 2019.