Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Caroline Lauda dan Tradisi Desainer Keluarga

GARIS hidup seseorang tidak akan jauh dari aktivitas yang sering dilakukan orang tua.  Seperti Caroline Lauda, fashion desainer kenamaan Surabaya ini, boleh jadi, mewarisi profesi orang tuanya.

Bakat desainer tidak begitu saja jadi dan mengalir tapi ada tahapan yang dilalui sebelum menjadi fashion desainer yang mumpuni. "Nenek,  ibu dan tante terjun di bidang fashion, " kata Caroline.

Tak heran alumnus Desain Komunikasi Visual UK Petra ini sejak kecil sudah mengenal dunia fashion. Dia terbiasa membantu ibunya dalam urusan menjahit.

Bahkan saat itu ibu tiga anak ini hanya menggunakan keterampilan tangan seperti menjelujur,  mengesum,  membuat pita dan memasang payet.

Ketertarikan Caroline pada dunia mode dan desain fashion makin tinggi. Dia memutuskan memperdalam secara khusus dengan mengambil kursus pecah pola dan menjahit  di Arva School of Fashion.

"Saya belajar membuat gaun untuk diri sendiri ternyata banyak yang menyukai," tutur penggemar olahraga yoga ini.

Selanjutnya, Caroline memulai usaha menjahit gaun seperti party dress untuk anak anak. Dari sini muncul keberanian untuk membuat gaun lainnya.



Dia memberanikan diri untuk membuka jahitan gaun dari keluarga dan teman teman. Caroline mengerjakan semua bisnisnya itu dibantu 12 pegawai di tempat jahitnya. (*)
Auto Europe Car Rental