Ketika Netizen Membully Ucapan Agnez Mo 'Aku Enggak Punya Darah Indonesia'
Netizen Wanto @WantoShen menuturkan, ketika pertama muncul potongan video sebelum viral, dia sudah yakin Agnez bakal mendapat bully sejagat raya. “Runtuh hati saya. Udah fans sama AgnesMo dari kecil. Sepenggal kalimat itu berbahaya. Sebenarnya tak elok diucapkan. Padahal dia cinta banget sama Indonesia arh..sudahlah,” katanya.
Nama lengkapnya Agnes Monica Muljoto atau lebih dikenal sebagai Agnez Mo. Putri pasangan Ricky Muljoto dan Jenny Siswono ini lahir 1 Juli 1986 di Jakarta. Dia memulai kariernya di industri hiburan pada usia enam tahun sebagai penyanyi cilik. Agnez melanjutkan, kalau dirinya beragama Kristen, dan mayoritas di sana (Indonesia) Muslim. Tapi bukan berarti, Agnez harus mengatakan, dirinya tidak pantas berada di sana (Indonesia).
Banyak orang dapat menerima dirinya apa adanya tapi memang, selalu ada perasaan kalau, Agnez tidak seperti orang-orang lainnya. Agnez mengiyakan sang host saat mengomentari perkataannya dengan, “Itu perspektif yang unik. Tentu saja. Itu mengajariku untuk merangkul perbedaan itu, merangkul kerentananku, perbedaan yang ada, keunikanku, dan lain-lain,” tukasnya.
Dalam konteks ini, Agnez hanya ingin menyatakan, kalau dia bukan pribumi asli, tetapi dia berketurunan Jerman, Jepang, dan China. Agnez hanya lahir di Indonesia saja dan memang secara biologis, Agnez tidak memiliki darah Indonesia, secara ras Agnez itu Mongoloid. Justru di sini, sebenarnya Agnez mengatakan, walau tidak ada keturunan Indonesia, tetapi orang-orang Indonesia bisa menerima Agnez Mo apa adanya.
Agnez juga mengatakan, meski datang dari kaum minoritas, tetapi tetap bisa menjadi seperti sekarang, mendapatkan dukungan besar dari mayoritas orang di Indonesia. Hal ini, mengajarkan Agnez untuk menerima perbedaan dan keunikan yang ada di dirinya sendiri.
Yang jadi masalah, apa salahnya statement yang diucapkan oleh Agnez Mo itu dalam wawancara di BUILD Series, NYC? Agnez hanya mengatakan, kalau dia tidak punya darah Indonesia, Agnez tidak mengatakan kalau dia bukan Indonesia.
Kalau dikatakan Agnez tidak memiliki darah Indonesia, itu memang benar tetapi kalau Agnez mengatakan, dia bukan Indonesia itu yang salah, karena Agnez itu lahir dan dibesarkan di Indonesia. Agnez Mo berjuang untuk Go Internasional mati-matian selama 10 tahun. dengan membawa nama Indonesia. Semua dilakukan demi membanggakan Indonesia.
Dalam setiap penampilan, video klip, dan lainnya, Agnez selalu menyelipkan budaya Indonesia. Misalnya, dia mengenakan gaun batik di video musik “As Long As I Got Paid” serta gerakan tari Jaipong di lagu “Overdose”.
Itu semua dilakukan Agnez karena kecintaan, kebanggan terhadap Indonesia. Jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap tanah airnya sendiri, Indonesia. Inilah mengapa penting mengetahui informasi secara keseluruhan dari awal sampai akhir. Sebaiknya, jangan mudah terprovokasi dari sebuah potongan video saja, karena tujuan mereka hanyalah untuk memecah belah Indonesia saja.
Saat ini memang viral. Pernyataan pelantun lagu Matahariku itu disebut sebagian netizen sebagai kacang yang lupa akan kulitnya. Sebagian lain, menuding Agnez Mo tidak memiliki rasa nasionalisme terhadap Indonesia.
Lewat Instagram resmi miliknya, Agnez mengunggah pula potongan video wawancara yang berdurasi lebih panjang. Dia melengkapi video itu, dengan sebuah keterangan panjang dalam bahasa Inggris. “Mengapa Anda tidak mencuplik dan mengedit bagian ini?” tulis Agnez.
“Memalukan, orang-orang yang hanya ingin memelintir ucapan dan maksud saya,” lanjut Agnez. “Saya hanya mengatakan hal-hal baik, bahwa meskipun minoritas, saya bisa menceritakan keberagaman yang mengagumkan tersebut yang saya pelajari dari negara saya,” papar Agnez.
“Aku tumbuh di tengah budaya yang kaya. Aku mendukung inklusivitas budaya. Bhinneka Tunggal Ika artinya berbeda tapi tetap satu,” tulis Agnez Mo seperti dikutip dari tagar.id, Selasa (26/11/2019).
“Aku senang bila bisa berbagi mengenai akar dan negaraku. Aku akan selalu jujur dan berkata pada dunia bagaimana minoritas sepertiku diberi kesempatan untuk bermimpi dan mengejar impian itu,” katanya.
Berikut transkrip lengkap video wawancara Agnez Mo soal darah Indonesia dengan presenter Kevan Kenney :
Kenney (Host) : Ini sebenarnya wawancara yang bagus, karena saya pikir ada banyak miskonsepsi tentang dirimu. Bahkan, saya baru tahu seberapa banyak perbedaan kultur di Indonesia.
Agnez : Iya, ini sangat menarik karena Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau dan di setiap pulau kita punya pakaian dan alat musik tradisional yang berbeda-beda. Alat musik yang biasa digunakan di sini saja sudah banyak sekali, dan saya tumbuh dengan hal tersebut. Tapi yang lucu adalah ketika saya tumbuh dengan bernyanyi di gereja.
Kenney : Jadi kamu punya banyak alat musik tradisional, tapi di sisi lain kamu menggunakannya dengan bernyanyi di gereja. Hal tersebut menjadi bagian dari diri saya.
Agnez : Saya pikir ini bukan hanya soal representasi kultur, tetapi juga inklusivitas kultur yang saya perjuangkan.
Kenney : Saya baca di beberapa wawancara dengan media lain kalau kamu katanya memiliki sedikit perbedaan dengan orang kebanyakan di sana?
Agnez : Ya, karena saya sebenarnya tidak punya darah Indonesia sama sekali. Saya sebenarnya campuran Jerman, Jepang, dan China. Saya hanya lahir di Indonesia. Saya juga beragama Kristen, dan di Indonesia mayoritas adalah Muslim. Saya tidak bilang saya merasa tidak seharusnya berada di sana, karena saya merasa diterima. Tetapi memang selalu ada perasaan dimana saya tidak merasa seperti yang lain.
Kenney : Kamu jadi memiliki perspektif yang unik.
Agnez : Iya, dan saya pikir itu membantu saya untuk menerima hal tersebut. Bagaimana saya menerima kerentanan yang saya miliki, bagaimana saya merangkul perbedaan, bagaimana saya merangkul keunikan yang saya punya.
Kenney : Saya pikir kamu juga merangkul keunikan mereka. Karena itulah sebabnya kamu bisa berbicara dengan begitu banyak orang yang berbeda.
Agnez : Iya.
Sumber : @AGNEZMODAY, tagar.id