Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Jakarta Intercultural School (JIS) Buka Pembelajaran dengan Cara Blended Learning

JAKARTA Intercultural School (JIS) terpilih menjadi salah satu sekolah percontohan untuk uji coba pembukaan sekolah secara terbatas dengan sistem pembelajaran campuran (blended learning) di DKI Jakarta. Sebagai salah satu sekolah percontohan dari Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), JIS menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemerintah DKI Jakarta.

Dengan komitmen tinggi untuk memastikan kesejahteraan seluruh komunitas, JIS menggandeng para ahli dari organisasi kesehatan internasional, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk membuat rencana komprehensif yang memungkinkan siswa, guru, dan anggota staf tetap aman di kampus.

Kemampuan JIS untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi siswa adalah faktor terpenting dalam persiapan kembali ke kampus. Dengan adanya protokol serta pedoman social distancing yang ketat selama berada di kampus, para siswa dapat kembali ke kelas. 

JIS Health and Safety Protocol dirancang untuk memastikan kampus yang bersih dan aman. Dengan program ini, JIS memiliki protokol yang lengkap sejak para murid tiba di kampus, masuk kelas, saat proses belajar hingga meninggalkan kampus.

"Ini adalah komitmen kami untuk tetap menjaga kesehatan seluruh murid, guru dan karyawan dengan tetap memberikan kualitas pendidikan terbaik dalam situasi new normal,” ujar Dr Tarek Razik, Head of School JIS, Rabu (7/4).

Menandai kesiapan JIS,  Hj Uripasih SPd MPd, Kepala Suku Dinas Pendidikan II Jakarta Pusat dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta beserta tim mengunjungi kampus JIS Cilandak.

Program percontohan ini bertujuan mengamati dan menentukan kesiapan sekolah dalam melanjutkan pembelajaran tatap muka. Sekolah yang terpilih kemudian diseleksi setelah melalui proses asesmen yang ketat dengan mempertimbangkan kesiapan mereka dari segi fasilitas kesehatan dan metodologi blended learning.

"JIS merupakan salah satu dari 85 sekolah yang memenuhi kriteria asesmen dan pelatihan. Kami berharap JIS bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Jakarta dan Indonesia,” ujar Drs Momon Sulaeman MM MSi, Kepala Bidang Sekolah Dasar dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Dalam penerapan protokol new normal, JIS berpegang pada empat pilar utama, yaitu kebersihan, kesehatan dan keamanan (khususnya waktu istirahat), serta dukungan sosial dan emosional.

Pada aspek kebersihan, JIS memastikan, setiap ruang kelas selalu dibersihkan dengan desinfektan berstandar tinggi yang dapat membunuh bakteri dan virus namun tak beracun. Setiap pegangan pintu, keran hingga kamar mandi juga terjaga bersih setiap hari. Area-area dengan trafik tinggi akan menjadi prioritas utama.

Selain mewajibkan penggunaan masker, JIS menyediakan tenaga kesehatan di kampus untuk mendukung seluruh kebutuhan kesehatan, termasuk pencegahan transmisi COVID-19. Mereka sudah menjalani pelatihan khusus untuk menangani Covid-19.

Tentu saja dilengkapi pakaian pelindung saat memeriksa siswa, dan setiap hari selalu diganti pakaian baru. Di setiap kelas dan pintu masuk, ada hand sanitizer. JIS  mendorong seluruh anggota komunitas untuk selalu mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan.

Tempat pencucian tangan terpasang di setiap pintu masuk, termasuk di luar ruang kelas, dan seluruh komunitas JIS secara rutin diingatkan untuk mencuci tangan sepanjang hari, terutama saat istirahat.

Ruang kelas dilengkapi penjernih udara Sharp dengan filter HEPA dan teknologi ion plasmacluster untuk membersihkan udara di ruang kelas. Pembersih ini memenuhi Clean Air Delivery Rate (CADR) untuk keluarga virus SARS, termasuk virus corona.

Para konselor dan psikolog sekolah juga dapat dijumpai oleh para siswa bagi mereka yang merasa cemas untuk kembali ke sekolah setelah satu tahun menjalani online learning.

Sebagai bagian dari komitmen JIS untuk memajukan pendidikan Indonesia, JIS siap bermitra dengan sekolah lain untuk membantu siswa mereka kembali belajar di kelas, sesuai instruksi dan peraturan pemerintah.

Mengenai Jakarta Intercultural School
Jakarta Intercultural School (JIS) didirikan oleh staf-staf PBB pada tahun 1951. Para pelopor ini memperkenalkan pendidikan sekolah dalam bahasa Inggris yang dibutuhkan oleh anak-anak para ekspatriat di Republik Indonesia yang baru saja merdeka. Sejak awal pendiriannya, identitas international sekolah ini jelas.

Pada awalnya, sekolah ini dinamai the Joint Embassy School (J.E.S.) untuk menghormati kedutaan besar pendiri yaitu Inggris, Amerika, Australia dan (pada saat itu) Yugoslavia. Sekitar satu dekade kemudian, di tahun 1978, J.E.S berubah nama menjadi Jakarta International School dan di tahun 2014, Jakarta Intercultural School.

Saat ini, seiring dengan tingginya ekspektasi akan standar pendidikan yang baik, berorientasikan hasil, dan proses belajar dan interaksi budaya yang partisipatif di mana siswa ditantang untuk mengembangkan keunggulan pribadi dalam segala hal, JIS membantu setiap anggota komunitas untuk menjadi yang terbaik bagi dunia (#bestfortheworld)

Memasuki tahun ke-70 JIS, kami mengapresiasi setiap siswa yang perjalanan hidupnya turut memperkaya kehidupan kami. Dengan 2.300 siswa, lebih dari 250 pengajar dan alumni serta orang tua yang tak terhitung jumlahnya, yang setiap harinya memberikan kontribusi tak ternilai pada warisan sekolah dan dunia di sekeliling kita, kami terdorong untuk terus semangat, dan dengan segala kerendahan hati termotivasi untuk terus belajar demi masa depan tanpa batas bagi siswa-siswa kami.

Auto Europe Car Rental