Yenny Ries Kembali ke Dunia Fashion
Perempuan kelahiran Mataram, 26 Maret ini bercerita, sejak kecil punya kreativitas tinggi. Dia suka mendesain baju-baju pada boneka Barbie miliknya. “Memang sejak kecil suka mendesain baju untuk boneka,” ujarnya, Senin (22/10/2018).
Beranjak remaja, makin serng mendesain baju yang ready to wear. Rupanya bakat yang dimiliki Yenny kurang mendapat respons orang tua. Ketika dia mengambil manajemen ekonomi di STIE YKPN Jogjakarta. “Orangtua tak setuju saya sekolah desain,” terangnya.
Saat lulus kuliah dan bekerja, dia belum mendapat kesempatan mengembangkan bakatnya pada desain busana. Malahan dia merintis karier di perbankan. Dimulai pegawai di Bank Indonesia (BI) Mataram, Yenny lalu keluar dan berpetualang di beberapa bank swasta.
Terakhir, karena kinerja dan pengalamannya di bank, dia menjadi Branch Megafirst Manager di Bank Mega. “Selama bekerja di bank, saya tetap mendesain baju untuk saya sendiri,” urainya.
Passion desain busananya mulai mencuat ketika menikah dan resign. Usai sekolah desain di Arva School, dia sering membuat busana batik dan distribusi ke B2POP di TP. Dia juga membuka butik di rumahnya, Royal Residence.
Beberapa show di Jakarta dan Singapura pernah diikuti. Yang pasti, namanya sebagai desainer mulai dikenal para pecinta fashion. “Saya punya obsesi memiliki butik sendiri di Jakarta sebagai pusat fashion Indonesia. Saya akan memfokuskan pada busana-busana pesta,” tambahnya. (sda surya)