Mahasiswa ITS Surabaya Rancang Pelabuhan Berkonsep National Hub
Konsep pelabuhan National Hub, yang terintegrasi dengan sektor unggulan dapat menjadi solusi mengembangkan kawasan.
Kemal Arya Widigda, Bellatrix Indah Pratiwi dan Al Lailatul Qodriyah dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS melihat potensi ini di Kecamatan Jenu dan Tambakboyo, Kabupaten Tuban.
"Nantinya akan diintegrasikan dengan beberapa sektor unggulan seperti perikanan, pelabuhan, permukiman, dan industri,” jelas Kemal.
Melalui konsep ini, pelabuhan di sana dapat memiliki fungsi sebagai link, interface, dan gateway. Link-nya menjadi salah satu mata rantai proses transportasi dari tempat asal barang ke tempat tujuan.
Selain itu, pelabuhan akan menjadi interface atau titik temu moda transportasi laut dan darat serta menjadi gateway atau pintu gerbang sehingga kapal datang harus ikut aturan di situ.
Empat sektor unggulan yang ada dipilih karena dapat menjadi faktor pendukung dalam berkembangnya konsep ini. Di antaranya, pertambangan dan penggalian.
“Pelabuhan ini nantinya akan dapat menopang dan ikut mengembangkan lagi kegiatan industri nantinya,” ungkap mahasiswa angkatan 2017 ini.
Pelestarian budidaya perikanan, dikatakan Bella, sapaan Bellatrix Indah Pratiwi, tidak luput dari konsep ini. Pasalnya, di pesisir Kecamatan Jenu, ada kekayaan ikan pelagis maupun demersal.
Bahkan Kecamatan Jenu dan Tambakboyo terkenal dengan komoditas unggulan lele dan udang windu. “Dari sinilah kita coba pendekatan menyeluruh, dengan pengelolaan pesisir terpadu,” tuturnya.
Berkat konsep perencanaan ini, Kemal dan timnya berhasil menyabet juara pertama pada Lomba Karya Perencanaan 2020 yang diadakan oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP) Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Di bawah bimbingan langsung dosen PWK ITS, Arwi Yudhi Koswara dan Putu Gde Ariastita, Bella dan timnya berharap, gelar juara itu dapat memotivasi mahasiswa lain berprestasi melalui karya perencanaannya. (ovi)