Ini Cara Cuci Pakaian Sendiri di Laundry Express
LAYANAN jasa laundry (cuci pakaian) di Kota Surabaya pada awal pandemi Covid-19 menurun drastis, terutama April dan awal Mei 2020 ketika berlaku PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk wilayah Surabaya Raya.
Begitu masuk minggu ketiga Mei 2020, saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, konsumen kembali aktif lagi. Bahkan selama Juni 2020, peningkatannya cukup tinggi. Bahkan, ada kecenderungan, sebagian dari mereka memilih layanan laundry mandiri.
"Ada tren menjaga hidup bersih dan sehat," tutur Hendra Utama, dari SurabayaCoinLaundry.com, distributor mesin koin laundry dari Amerika Serikat (AS) di sela grand opening gerai Laundry Express di kawasan Bangah, Gedangan, Sidoarjo, Rabu (22/7/2020).
Laundry Express merupakan salah satu yang menjadi pilihan karena konsumen dapat mencuci sendiri pakaiannya di mesin secara cepat, kurang lebih 30 menit. Layanan laundry ini menggunakan mesin koin laundry.
Caranya, konsumen datang membawa pakaian kotor ke gerai Laundry Express. Kemudian membayar Rp 10.000 untuk mendapatkan koin semacam uang logam. Uang koin itu menjadi alat untuk menggunakan mesin cuci. Masukan koin dan tunggu sampai cucian selesai.
Jadi, tinggal memasukan koin laundry ke salah satu sudut mesin cuci. Mesin menyala, dan pakaian kotor bisa masuk tabung. Tinggal diprogram, mencuci langsung dilakukan secara otomatis, bersamaan dengan deterjen dan pewanginya.
"Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kami ada tambahan anti bakteri yang kami berikan gratis kepada konsumen," tambah Lina, pengelola gerai Laundry Express di kawasan Bangah ini.
Lina merupakan investor atau pengelola layanan laundry koin dengan brand Laundry Express. Menurut Lina, laundry di Bangah ini merupakan gerai kelima yang dia kelola. Sebelumnya ada tiga yang sudah operasional dengan brand Saiki Laundry.
Selain di Bangah, Lina melaunching Laundry Express di Kampung Malang, Tegalsari, Surabaya, sebagai brand baru. Dia mengakui bisnis laundry dengan koin sebenarnya sudah hadir di Surabaya dalam tiga atau empat tahun terakhir.
Tapi, konsumen belum familiar dengan layanan yang sudah biasa dilakukan di Amerika dan Eropa. Memang perlahan-lahan tahu dan sudah bisa merasakan manfaatnya. Apalagi, dengan laundry mandiri, konsumen bisa menjaga sendiri pakaiannya saat dicuci oleh mesin.
Setelah dicuci sekitar 30 menit, bisa ditambah proses pengeringan dengan waktu sekitar 40 menit, menggunakan tabung bertekanan uap panas lebih dari 50 derajat Celcius. Konon, bakteri sudah musnah di atas 40 derajat.
Hendra menambahkan, sudah menggandeng lebih dari 15 usaha laundry dengan koin di Surabaya, Sidoarjo, Malang dan Probolinggo, terutama menggunakan merek IPSO. Investasi dengan produk ini, berupa mesin cuci, mesin pengering, sarana dan prasarana jaringan air, listrik, dan gas, bisa dimulai dari Rp 300 juta hingga Rp 500 juta.
"Itu untuk usaha laundry koin dengan potensi pasar yang cukup tinggi, terkait dengan lokasi di akses jalan besar, dan potensi ada lebih dari 1.000 Kepala Keluarga (KK) di daerah lokasi laundry," jelas Hendra.
Untuk satu set mesin cuci dan pengering IPSO, memiliki harga Rp 80 jutaan per unit. Saat ini showroom produk ini telah hadir di Surabaya, Jakarta dan Medan. Layanannya tidak hanya penjualan, tapi aftersales, seperti service dan spare part.
Lina optimistis dengan produk dari IPSO karena di tiga gerai laundry koin yang dikelolanya, mesin ini cukup tangguh dan nyaman. "Saya yakin dan tidak salah memilih partner dengan IPSO. Daya tahan mesinnya sudah teruji bandel dan aftersales yang baik," tandasnya. (*)

