Amber Alert, Cara Amerika Memberitakan Orang Hilang lewat Ponsel
SALAH satu sistem di AS yang bisa ditiru adalah “Amber Alert”. Inilah sistem yang menyebarkan, menyiarkan, mengabarkan, memberitakan tentang orang hilang/penculikan/kejahatan, lewat pesan ponsel atau media sosial (medsos).
Misalnya di area sekitar saya ada kejadian, saya dapat menerika notifikasi. Jadi bisa hati-hati plus kalau punya info terkait orang hilang itu bisa melapor.
Contoh kasus memang benar ada penculikan, ditengarai penculiknya pakai mobil jenis X, pelat nomer Y, warna apa gitu, terus infonya disebarkan dan saya tidak sengaja di perempatan lihat mobil itu, saya bisa kasih laporan.
Jadi ada kemungkinan tindakan segera. Secara tidak langsung warga ikut membantu polisi. Saya pernah dapat beberapa kali notifikasi Amber Alert ini. Pernah terkait penembakan dan pernah juga penculikan.
Selain menyebarkan info, Amber Alert juga dapat mengurangi kemungkinan hoax grup WA dengan dalih, “dapat dari grup sebelah”. Karena Amber Alert diterbitkan oleh instansi resmi.
Yang ini kejadian di Wisconsin, negara bagian sebelah (gambar yang tertayang di blog ini). Mungkin karena dianggap bisa saja korban dibawa lintas negara bagian, jadi saya yang di MN (Minnesota) juga mendapat info ini.
Menurutku, ini salah satu sistem yang baik yang bisa ditiru buat di Indonesia. Ya, memang tidak semua yang di luar negeri selalu lebih bagus.
Yang baik-baik kita tiru dan terapkan dengan disesuaikan dengan keadaan di negara kita. Yang jelek-jelek kita ambil hikmahnya saja. (*)
Sumber : Terry Perdanawati (@tey_saja), 24 Oktober 2018.
Misalnya di area sekitar saya ada kejadian, saya dapat menerika notifikasi. Jadi bisa hati-hati plus kalau punya info terkait orang hilang itu bisa melapor.
Contoh kasus memang benar ada penculikan, ditengarai penculiknya pakai mobil jenis X, pelat nomer Y, warna apa gitu, terus infonya disebarkan dan saya tidak sengaja di perempatan lihat mobil itu, saya bisa kasih laporan.
Jadi ada kemungkinan tindakan segera. Secara tidak langsung warga ikut membantu polisi. Saya pernah dapat beberapa kali notifikasi Amber Alert ini. Pernah terkait penembakan dan pernah juga penculikan.
Selain menyebarkan info, Amber Alert juga dapat mengurangi kemungkinan hoax grup WA dengan dalih, “dapat dari grup sebelah”. Karena Amber Alert diterbitkan oleh instansi resmi.
Selain notifikasi di ponsel, juga disebarkan via medsos seperti FB (Facebook). Dia targetnya kepada orang-orang yang secara geografis dekat dengan lokasi kejadian (TKP).
Yang ini kejadian di Wisconsin, negara bagian sebelah (gambar yang tertayang di blog ini). Mungkin karena dianggap bisa saja korban dibawa lintas negara bagian, jadi saya yang di MN (Minnesota) juga mendapat info ini.
Menurutku, ini salah satu sistem yang baik yang bisa ditiru buat di Indonesia. Ya, memang tidak semua yang di luar negeri selalu lebih bagus.
Yang baik-baik kita tiru dan terapkan dengan disesuaikan dengan keadaan di negara kita. Yang jelek-jelek kita ambil hikmahnya saja. (*)
Sumber : Terry Perdanawati (@tey_saja), 24 Oktober 2018.